Info Film

Film Perjuangan Islam “Khulafaur RASYIDIN “

Film ini berkisah tentang para Khulafaur Rasyidin, yaitu kholifah yang melanjutkan kepemimpinan islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Mereka merupakan empat sahabat Rasulullah yang arif dan bijaksana. Keempat kholifah tersebut adalah : Abu Bakar Ash-Shidiq ra. ; Umar bin Khatab ra. ; Utsman bin Affan ra. ; dan Ali bin Abi Thalib ra.

Uraian sekelumit riwayat hidup dan perjuangan serta jasa dari ke-empat kholifah tersebut digambarkan dalam film ini secara apik. Mereka bukan saja berhasil melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan ajaran tauhid tetapi juga sukses dalam memperluas penyebaran dakwah islam sekaligus mengharumkan nama islam ke seluruh penjuru dunia pada masa itu.

Periode awal kekhalifahan dimulai sesaat setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Para sahabat yang ditinggal Rasulullah bersepakat untuk memilih pengganti pemimpin Umat Islam dari para sahabat Nabi yang terdekat dan paling dipercaya untuk dapat menggantikan Nabi Muhammad SAW. Sejak saat itu hingga beberapa puluh tahun kemudian umat Islam berada dalam masa kekhalifahan. Keempat sahabat Nabi secara berurutan memegang amanah kekhalifahan tersebut dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, yaitu : Abu Bakar Ash-Sidik ra, Umar Bin Khattab ra, Utsman Bin Affan ra dan Ali Bin Abi Thalib sebagai Khulafaur Rasyidin terakhir. Film ini akan mencoba untuk memaparkan secara singkat kisah dan perjalanan mereka selama menjadi khalifah.

Bagaimana kehidupan mereka sebelum dan sesudah masuk Islam? Bagaimana cara kepemimpinan mereka, dan masih banyak lagi kisah-kisah lainnya yang layak dijadikan contoh sampai akhir hayat mereka.

Advertisements
Info Film

Film Perjuangan Islam “AR-RISALAH” (Sejarah Nabi Muhammad SAW)

Film drama ini mengisahkan tentang secara umum sejarah awal perkembangan Islam. Secara khusus menceritakan tentang perjalanan sosok Nabi Muhammad dalam mengemban risalah Islam. Pemaparan film diawali dengan gambaran kondisi Arab yang saat itu dipenuhi tradisi penyembahan berhala, kemudian turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, pertentangan dengan kaum kafir Quraisy, hijrahnya para sahabat ke Habasyah, hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah berikut peperangan yang dialami. Hingga penaklukan kota Mekkah dengan damai, dan haji wada’ Rasulullah Muhammad SAW. Semuanya disajikan sangat menarik sebagaimana siroh Nabawiyah.

Film The Message ini sangat menarik untuk ditonton dalam rangka mengenalkan sejarah perkembangan Islam dan perjalanan Nabi Muhammad SAW. Meskipun tidak dapat mengisahkan secara mendetail kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW secara lengkap dan utuh, setidaknya beberapa peristiwa penting masih terekam pada adegan di film ini.

Yang paling menarik dalam film ini adalah Sosok Nabi Muhammad SAW tidak ditampilkan maupun diperankan oleh tokoh siapapun. Baik itu peran fisik maupun suara dari peran Nabi Muhammad SAW. Peran sosok Nabi Muhammad SAW terwakilkan oleh angle pengambilan gambar kamera syuting. Hal ini sebagai penghormatan dalam Islam terhadap sosok Nabi Muhammad yang mulia nan agung. Berbeda dengan film tentang Nabi Muhammad serupa produksi oleh Iran, yang menampilkan peran Nabi Muhammad dengan tokoh aktor.

Catatan Ikrom Cover Film The Message (1977)

Film The Message ini diproduseri dan disutradarai oleh Moustapha Akkad. Seorang sutradara sekaligus produser film berkebangsaan Suriah-Amerika. Ia lahir di Aleppo, Syria (Suriah) pada 1 Juli 1930. Karya Film Islami lainnya selain The Message atau Ar-Risalah ini adalah Film Lion of The Desert atau Singa Padang Pasir. Film The Message ini dibintangi oleh Anthony Quinn, Irene Papas, Michael Ansara, dll.

Proses pembuatan film The Message ini bukannya tanpa menghadapi kendala. Sejak awal sang produser telah mengalami kesulitan pendanaan, hingga hampir batal. Namun alhamdulillah ada dukungan dana dari pemerintah Kuwait (namun mencabut dukungan), Libya, Maroko, dan Arab Saudi (tapi kemudian menekan Maroko untuk mencabut dukungan).

Film The Message ini sangat efektif digunakan untuk mengenalkan sejarah awal perkembangan Islam dan perjuangan perjalanan hidup Nabi Muhamamd SAW dalam mengemban risalah Islam. Sangat cocok dan ideal diputar kapanpun dan momen apapun, baik itu malam Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Islam, Maulid Nabi Muhammad SAW, dll. Harapannya mampu menambah rasya syukur dan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, mengingat dalam film ini begitu tampak jelas perjuangan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya dalam memerjuangkan Islam.

Film The Message ini merupakan film terfavorit bagi saya. Meskipun saya telah menontonnya berkali-kali pun tak akan bosan. Tak jarang, tanpa sadar akan berderai air mata kita setelah menonton film ini. Banyak sekali hikmah, renungan, dan motivasi yang bisa kita peroleh setelah menonton film kisah tentang perjuangan Islam ini.

Berita Islami

Wanita Berhijab Rusia Tantang Putin di Pilpres Rusia

Aina Gamzatova, seorang jurnalis, sekaligus tokoh Muslim terkemuka di Rusia dipastikan akan maju dalam pemilihan Presiden Rusia yang dijadwalkan akan digelar pertengahan tahun ini. Aina akan menantang Presiden Rusia Vladimir Putin yang kembali maju dalam pilpres Rusia.

Melansir Russia Today pada Selasa (2/1), Aina adalah istri kepala mufti Dagestan, dan juga penasihat pemerintah dan masyarakat Dagestan. Selain itu, wanita berusia 46 tahun tersebut juga aktif menjalankan beberapa organisasi amal.

Aina menyerahkan surat pendaftarannya ke Komite Pemilu Pusat Rusia, kemarin. Dia dinominasikan sebagai kandidat Presiden oleh sebuah kelompok inisiatif lokal di Republik Dagestan Rusia pada akhir Desember dan maju sebagai kandidat independen.

Maju sebagai calon independen tanpa dukungan dari sebuah partai berarti Aina masih harus mengumpulkan dan mengirimkan sebanyak 300 ribu tanda tangan dari pendukung dari semua wilayah Rusia.

Kandidat yang mendapat dukungan dari partai yang bercokol di Parlemen tidak perlu mengumpulkan tanda tangan apapun, sementara yang didukung oleh partai-partai yang tidak diwakili di Parlemen Rusia harus mendapat dukungan 100 ribu tanda tangan.

Aina merupakan wanita Muslim pertama yang maju sebagai capres dalam pilpres Rusia. Dia telah mendapatkan dukungan dari komunitas Muslim Rusia dan bahkan mendapat perhatian media internasional.

Berita Islami, Duta Damai

Wanita Pertama Penghafal Quran dari Ukraina

Setelah memantapkan diri menjadi muslimah 17 tahun yang lalu, Vera Verinak menjadi penghafal Alquran perempuan pertama asal Ukraina.

” Sebelumnya saya telah belajar Bahasa Arab. Saya sering menulis ayat dan mengartikannya agar mudah dipahami dan diingat,” kata perempuan 35 tahun tersebut kepada Aljazeera dikutip OnIslam.net, Kamis 26 Maret 2015.

” Memang butuh waktu yang lama sejak saya baru masuk universitas, sebelum saya sibuk dengan urusan rumah tangga dan pekerjaan.”

Vera mengatakan dia awalnya tidak berharap bisa mengafalkan seluruh Alquran, terutama setelah melihat ada hambatan bahasa dan kurangnya waktu untuk mempelajarinya.

Belajar bahasa Arab telah banyak membantu Vera untuk menghafal Alquran.

” Setelah belajar Bahasa Arab, Islamic Center di Kiev membuat sebuah jadwal untuk membantu saya menghafal Alquran hanya dalam waktu sembilan bulan,” Vera menjelaskan proses dirinya mampu menghafal Alquran.

Setelah berhasil mewujudkan mimpinya menghafal Alquran, Vera berkeinginan untuk mengajarkan perempuan muslim lainnya tentang Alquran dan berdakwah kepada non-muslim.

Vera, yang berhasil mengajak lima saudara dan ibunya memeluk Islam, telah banyak membantu para pemuda yang ingin belajar tentang agama Islam.

Seorang gadis remaja Ukraina, Jana, mengatakan dia memutuskan memeluk Islam setelah bertemu dengan Vera yang meyakinkannya bahwa Islam adalah agama sekaligus jalan hidup.

Pada 2012, diperkirakan 500.000 Muslim tinggal di Ukraina dan sekitar 300.000 di antaranya dari suku Tatar Krimea. Menurut Majelis Ulama Ukraina, ada 2 juta Muslim di seluruh Ukraina pada 2009.

Teknologi

10 penemuan hasil dari orang muslim Yang Ubah Dunia

Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak mengenal penemuan yang berasal dari bangsa barat. Ternyata, dalam buku bertajuk ‘1001 Inventions’, ada banyak hal yang di sekeliling kita ditemukan oleh orang-orang Islam.

Buku 1001 Inventions merupakan dokumen yang dibuat untuk merayakan banyaknya penemuan yang dilakukan bangsa muslim dan bisa digunakan oleh manusia sampai sekarang. Sayangnya, beberapa penemuan itu ada yang banyak terlupakan.

Berikut 10 penemuan hasil dari orang muslim berabad-abad lalu namun masih digunakan sampai sekarang, dilansir dari mvslim.com.

10. Kopi
Sekitar tahun 1200, seorang penggembala kambing bernama Khalid di wilayah Kaffa, Ethiopia Selatan. Dalam lereng itu, dia melihat para kambing yang dibawanya terlihat bersemangat dan bergairah usai memakan buah mirip beri atau kacang. Ia pun memutuskan untuk mencobanya, namun dengan cara direbus, diberi nama al-qahwa. Kopi itu dibawa ke Mekah dan Turki pada abad 13, masuk ke Eropa pada abad 15.

9. Jam
Konsep mesin otomatis awalnya ditemukan oleh pria cerdas dari Tenggara Turki, Al Jazari dari Diyarbakir. Pada 1206, Jazari membuat jam yang terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Idenya adalah untuk membuat orang-orang muslim bisa mengetahui kapan waktu solat selama lima kali dalam sehari, dan bisa mengumandangkan azan dengan tepat waktu.

8. Kamera
Ibnu al-Haitham adalah ilmuwan yang merevolusi teori optik. Dia membantah keras teori ilmuwan Yunani yang mengatakan jika cahaya yang tidak terlihat memancar di mata dan menyebabkan penglihatan. Dia berargumen jika penglihatan dipicu oleh cahaya yang memantulkan objek dan memasuki mata. Dia pun membuktikannya dengan memanfaatkan ruang gelap. Di satu sisi ia melubangi dinding dan di sisi lainnya ia meletakkan kain putih. Cahaya pun ia pantulkan melalui lubang dan diproyeksikan ke lembar putih. Orang-orang kemudian menyebutkan sebagai qamara. Haitham menemukan kamera obscura pertama di dunia.

7. Kebersihan dan parfum
Al Jazari tidak hanya menemukan jam. Dia juga menciptakan mesin portabel yang bisa menyediakan air wudhu bersih. Sedangkan sabun, dipercaya ditemukan oleh orang Islam berabad-abad lalu. Sabun yang mereka ciptakan biasanya dicampur dengan minyak zaitun dan al-qali (sejenis inti garam). Semua campuran direbus lalu dibiarkan mengeras.

Islam juga yang menciptakan parfum. Al Kindi, yang terkenal sebagai filsuf, ahli matematika, geografi, astronomi dan kimia, pernah menulis kitab pembuatan parfum dan cara penyulingannya. Bukunya berisi ribuan resep membuat minyak wangi, salep dan cairan beraroma.

6. Universitas
Awalnya, Fatimah al-Fihri hanya ingin mendirikan pusat pembelajaran bagi komunitasnya. Pembelajaran ini berlokasi di masjid-masjid besar, seperti Al Qarawiyin, yang menjadi tempat diskusi agama dan politik. Secara bertahap, pembahasan mereka meluas untuk semua mata pelajaran. Metode belajar per mata pelajaran ini pun masih berlangsung sampai sekarang.

5. Mesin terbang
Pada abad ke-9, Abbas bin Firnas merancang alat seperti sayap, tepatnya kostum mirip burung. Dia mengadakan uji coba di Cordoba, Spanyol dan berhasil terbang beberapa saat, sebelum akhirnya jatuh dan tulang punggungnya patah. Namun begitu, penemuannya ini menginspirasi para seniman Italia enam ratus tahun kemudian, sampai penemu Leonardo da Vinci pun menggunakan metodenya.

4. Tindakan operasi
Abu al-Qasim Khalaf bin al-Abbad al-Zahrawi, atau lebih dikenal sebagai Abulcasis, menulis ensiklopedia kedokteran pertamanya bernama al-Tadrif. Di sini dijelaskan tahap-tahap dalam melakukan operasi, termasuk mengenalkan 200 alat operasi yang digunakan.

3. Peta
Kebutuhan peta pada masyarakat muslim jaman dahulu dipicu keinginan untuk bepergian dan berdagang, termasuk untuk mengeksplorasi dunia. Proses pembuatan peta awalnya berasal dari informasi mulut ke mulut. Setelah kertas ditemukan di Baghdad pada abad ke-8, peta pertama dan panduan perjalanan pun dibuat.

2. Musik

Seniman muslim di abad ke-9, Al Kindi, membuat notasi musik dengan solmisasi. Jika sekarang dikenal dengan Do, Re, Mi, Fa, So, La, Si, Do, Al Kindi telah menemukan lebih dulu solmisasi itu dengan alfabet Arab Dal, Ra, Mim, Fa, Sad, Lam, Sin. Sejak itu, muslim juga yang dari awal menciptakan instrumen musik.

1. Aljabar
Kitab Al-Jabr Wa Al-Mugabala diciptakan dari ahli matematika Persia di abad ke-9, Al-Khwarizmi. Dialah yang pertama memperkenalkan aljabar. Ini dianggap sebagai penemuan revolusioner yang lebih hebat dari matematika konsep Yunani, yang berdasarkan Geometri.

Teknologi

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI DUNIA ISLAM

10-ilmuwan-muslim-yang-ubah-wajah-dunia-754

Pada zaman nabi-nabi, perkembangan teknologi sebetulnya sudah maju. Hal ini dibuktikan dengan banyaknyaa kisah-kisah dalam al-qur’an tentang bagaimana kehidupan manusia zaman nabi. Hal dilakukan nabi Adam ketika bertemu dengan siti hawa ialah bagaimana membangun sebuah peradaban. Dalam sejarahnya, Nabi Adam Kebingungan dalam menemukan api untuk memasak. Namun, dia mendapat wahyu, ketika batu digesekkan dengan batu akan menghasilkan api. Ini merupakan sebuah teknologi.
Kita ambil contoh lain, pada zaman nabi Nuh, telah ada yang namanya kapal. Dalam sejarahnya, kapal ini berukuran raksasa, semua makhluk hidup yang patuh kepada nabi Nuh mampu ditampungnya. Hal ini menandakan betapa canggihnya teknologi yang ada di dunia islam.

Selain itu, kisah nabi musa yang hidup di zaman Fir’aun. Di kerjaan fir’aun, ada yang namanya Piramid. Kalau dilihat lebih jauh lagi, pembuatan pyramid bukanlah hal yang mudah. Tetapi, harus menggunakan teknologi yang canggih. Masa ini adalah ketika perkembangan kebudayaan Mesir Purba.
Sejak lebih dari 1.000 tahun SM, Berkembangnya kebudayaan Parsi Purba. Penemuan jentera (roda gigi/gir) dalam pembuatan tembikar, dan kini mulai dari jam tangan yang terkecil hingga roket angkasa yang terbesar menggunakan jentera di dalam mesinnya.
Pada tahun 571 M, lahirlah seorang Nabi, yaitu Muhammad SAW. Tepatnya pada taggal 12 Rabiul Awal tahun gajah. Mengapa dikatakan tahun gajah? Hal ini bertepatan dengan 20 April 571 yaang mana paada saat itu, Raja Abraham dari Yaman dengan 60 ribu pasukan bergajah ingin menghnacurkan Ka’bah di Mekkah. Ka’bah merupakan sebuah teknologi yang diciptakan Nabi Ibrahim bersama Ismail.
Pada saat nabi menerima wahyu, dan para penghapal Al-qur’an banyak yang meninggal dalam peperangan maka, Nabi memerintahkan kepada orang-orang yang dipercayakan untuk menulis Al-qur’an dan dijadikan sebuah kitab. Padahal, pada awalnya Al-qur’an ditulis di sembarang tempat, maksudnya ada yang ditulis si pelepah kurma dan ada juga di tulang-belulang.
Muhammad juga mendirikan mesjid sebagai tempat peribadatan umat islam

Bani Umayyah
Pada tahun 700-an, Ahli ilmu geografi Islam dan navigator-navigatornya mempelajari jarum magnet – mungkin dari orang Cina, namun para navigator itulah yang pertama kali menggunakan jarum magnet di dalam pelayaran. Mereka menemukan kompas dan menguasai penggunaannya di dalam pelayaran menuju ke Barat. Navigator-navigator Eropa bergantung pada juru-juru mudi Muslim dan peralatannya ketika menjelajahi wilayah-wilayah yang tak dikenal. Gustav Le Bon mengakui bahwa jarum magnet dan kompas betul-betul ditemukan oleh Muslim dan orang Cina hanya berperan kecil. Alexander Neckam, seorang Inggris, seperti juga orang Cina, mungkin belajar tentang kompas dari pedagang-pedagang Muslim, namun dikatakan bahwa dialah orang pertama yang menggunakan kompas dalam pelayaran. Dan orang Cina memperbaiki keahlian mereka yang berhubungan pelayaran setelah mereka mulai berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8.
Ahli geografi Islam menghasilkan buku-buku yang tak terhitung tentang Afrika, Asia, India, Cina dan orang-orang Indian selama abad ke-8 hingga abad ke-15. Tulisan-tulisan itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di dunia, almanak-almanak dan peta jalan. Karya-karya agung abad ke-14 oleh Ibnu Battutah menyediakan suatu pandangan yang terperinci mengenai geografi dunia di masa lampau. Ahli geografi Muslim dari abad ke-10 sampai abad ke-15 telah melampaui hasil dari orang-orang Eropa tentang geografi daerah-daerah ini dengan baik ketika memasuki abad ke-18. Para penjelajah Eropa menyebabkan kehancuran pada lembaga pendidikan, sarjana-sarjana dan buku-buku mereka. Mereka tidak memberikan makna apa pun pada perkembangan ilmu geografi untuk dunia Barat.
Pada tahun 740, Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin. Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban. Gambar desain dari beberapa bagian gir dan sistem kerjanya juga ada. Jam seperti itu dilengkapi dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15. Sebagai tambahan, selama abad ke-9, Ibn Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat. Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-

observatorium mereka.ilustrasi-ilmuwan-muslim-saat-mengembangkan-sains-dan-teknologi-pada-_120410110951-285

Periode Kekuasaan Daulah Abbasiah di Baghdad (Irak)
Pada tahun 765, fakultas kedokteran pertma didirikan oleh Jurjis Ibnu Naubakht.
Sekitar tahun 990 M, Ibnu Firnas seorang ilmuwan dari Andalusia ( Spanyol ) memimpikan bagaimana agar suatu saat manusia bisa terbang bebas di angkasa laksana burung, dia terinspirasi kejadian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, tetapi dia berpikir bahwa manusia biasa tak mungkin bisa naik Bouraq kendaraan Nabi Saw untuk Isra’ Mi’ raj, karena dia hanya manusia biasa, bukan seorang nabi.
Ibnu Firnas ( Armen Firman ), mulai meneliti gerak aerodinamika, fisika udara, dan anatomi burung dan kelelawar. Sampai pada suatu saat dia menciptakan sebuah alat terbang seperti sayap kelelawar, lalu dia menaiki menara Masjid Cordoba, disaksikan oleh ribuan orang di bawahnya, lalu dia melompat dan melayang terbang sejauh kira-kira 3 KM dan mendarat dengan selamat. Ribuan orang bertepuk tangan atas ciptaannya. Sebaliknya masyarakat Eropa yang saat itu sedang di era kegelapan, heboh sendiri karena menganggap Ibnu Firnas melakukan sihir yang mereka saja belum pernah melihatnya. Alat terbang Ibnu Firnas inilah yang menginspirasi Wright Bersaudara menciptakan pesawat terbang pada awal abad 19.

 

Kekuasaan Khalifah Al-Maimun ibnu Harun Al-Rasyid
Pada tahun 813, didirikanlah Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia, yang teridiri dari perpustakaan, pusat pemerintahan, obsevatorium bintang dan Universitas.
Pada tahun 850, Ahli kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi (Encyclopaedia Britannica, Petroleum) lebih dari 1.000 tahun sebelum Abraham Gesner, orang Inggris, mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan aspal.
Pada tahun 866, kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak di dunia barat adalah sebuah naskah arab yang berjudul Gharib Al-Hadist oleh Abu ‘Ubyad Al-Qasim ibnu Sallam bertanggal Dzulqaidah 252 atau 13 Nopember – 12 Desember 866, yang masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden. Pada tahun 900-an, Pabrik kertas muncul di Mesir, kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di Spanyol tahun 1150 M yang sudah berhasil membuat kertas putih dan berwarna.

Perkembangan Teknologi di Dunia Islam
Perkembangan teknologi di dunia islam meliputi berbagai bidang, antara lain penggunaan air dan angin sebagai sumber energy, irigasi dan bendungan, penggunaan mesiu untuk peperangan, pembuatan kapal laut, teknologi kimia, industry tekstil dan kertas, teknologi pangan dan pertanian, serta pertambangan.
Aliran air sungai yang cukup deras merupakan sumber energi yang dapatdigunakan untuk berbagai keperluan dengan mempergunakan roda yang dapatberputar oleh adanya aliran itu. Orang-orang Islam sangat tekun mencari sumber air yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Biasanya penggilingan didirikan di tepi sungai untuk memanfaatkan kecepatan aliran sungai di tempat itu.
Pad aabad ke 11 di kota Basra didirikan penggilingan semacam itu dan selanjutnya ditiap propinsi di wilayah Islam Spanyol dan di Afrika Utara terdapat sejumlah penggilingan dengan maksud digunakan oleh masyarakat.
Sebagian dari negeri-negeri Islam di daerah Timur Tengah dan AfrikaUtara memiliki curah hujan yang kecil, sehingga untuk menjaga agar daerah pertanian tetap memperoleh air, mereka menggunakan sistem irigasi.

Sistemirigasi diperkenalkan oleh orang-orang muslim kepada masyarakat didaerahSpanyol sekaligus dengan memperkenalkan tanaman berupa buah-buahan dansayuran yang belum ada di daerah tersebut. Perkembangan teknologi dalam bidang kemiliteran ditandai adanyasenjata-senjata tajam berupa panah, bangunan pertahanan atau benteng, sertasenjata pembakar dan mesiu. Sejak awal sejarah Islam, senjata pemabakar telahdigunakan dalam berbagai pertempuran. Menurut para ahli sejarah penggunaanmesiu oleh orang-orang Islam dalam pertempuran di Al Mansura pada abad ke-13merupakan salah satu faktor penentu kemenangan mereka. Dengan adanya sungai-sungai besar dan juga laut yang menjadi bagiandari negara-negara Islam, maka alat transportasi berupa kapal laut merupakansuatu hal yang mutlak adanya. Para ahli teknik Muslim telah mampu membuatkapal dalam berbagai ukuran, baik yang akan digunakan untuk keperluanperdagangan maupun untuk peperangan.

Perkembangan teknologi kimia pada hakikatnya merupakan akibat dariperkembangan ilmu kimia yang telah dipelopori oleh ilmuwan Muslim pada abadpertengahan. Para ilmuwan Muslim telah membuat berbagai alat untuk melakukan eksperimen kimia yang tertera dalam buku “Kitab Al-Asrar” yangditulis oleh Al-Razi pada tahun 925. Alat tersebut meliputi alat yang terbuat darigelas, porselen dan besi.Indukstri tekstil memelopori industri di masa kejayaan Islam karena tekstilmerupakan kebutuhan pokok masyarakat. Serat yang digunakan untuk membuattekstil yang baik adalah wol atau bulu domba, kemudian digunakan kapas yangdikenalkan oleh bangsa Arab dan kemudian sutera.Perkembangan teknologi pada industri kertas juga menjadi unggulan negara-negara Islam. Orang Islam mempelajari pembuatan kertas pada tawananperang dari Cina yang dibawa ke Samarkand sehingga kertas dapat diproduksioleh orang Islam pada abad ke-10 di Samarkand.Perkembangan dalam teknologi pertanian dan teknologi pangan juga telahterjadi di dunia Islam. Teknologi pengawetan makanan seperti metodepengeringan, pengasinan, pengasapan memegang peranan penting pada usahapemasaran hasil peternakan dan pertanian ini.

Pengetahuan tentang carapengawetan makanan ini telah banyak ditulis oleh para ilmuwan Muslim. Di daerah kekuasaan Islam yang luas terdapat berbagai jenis bijih logamdan mineral dalam tanah. Untuk memanfaatkannya mereka membuat tambang-tambang guna mengambil bahan galian itu dan memprosesnya menjadi logam (Poedjiadi, 2005:50-57).Orang-orang islam sangat tekun dalam mempelajari sains dan teknologi.Paracendekiawan islam tekun dalam mempelajari pengetahuan dan memanfaatkan pengetahuannya sehingga mampu menghasilkan teknologi yangdapat berguna bagi orang banyak. Salah satu sumbangan terbesar Islam bagidunia modern sekarang, adalah mewariskan sejumlah teori pengetahuan tentangalam semesta dan cara-cara menerapkan pengetahuan tentangnya.Dalam banyak hal, hubungan antara ilmu pengetahuan (sains) dengan cara-cara menerapkannya (teknologi) telah banyak dicontohkan dan diujicobakan olehsejumlah sarjana muslim pada sekitar abad ke-9 – 13 M.
Mereka bukan hanyaditopang oleh pengetahuan dan pengalamannya, tapi juga anugrah yang melimpahdengan mendapat fasilitas dari pemerintahan, terutama pada masa-masa kejayaan Abbasiyah di Baghdad.Sebelum melahirkan teknologi, pengembangan sains lebih dahulu merekadapatkan, bukan hanya dari hasil-hasil temuan mereka sendiri, tapi juga merekadapatkan dari sejumlah sumber yang berasal bukan hanya dari dalam doktrinIslam saja. Kebanyakan pengetahuan tentang hukum-hukum alam, ilmu ukur danmatematika, fisika dan geometrika sampai ilmu gaya dan berat mengenaibermacam-macam benda, mereka peroleh dari warisan Yunani, Persia, India danMesir. Pengetahuan sains ini mereka kuasai terlebih dahulu sebelummengembangkan teknologi.

Karena ilmu-ilmu tersebut adalah sebagai dasar-dasar bagi pengembangan teknologi berikutnya.Salah satu contoh pengembangan teknologi dalam Islam adalahditemukannya penerapan teori-teori fisika dalam menentukan arah waktu denganmembuat jam melalui mekanisme gerak (escapement ) air raksa, yang dibuat olehal-Muradi pada abad ke 11 M. Termasuk Ridwan dan al-Jazary juga membuat jam dari gerakan air yang disambungkan dalam gir-gir bersegmen dan episiklus.

Kincir air untuk mengambil air dari saluran yang lebih rendah untuk dinaikkan kelokasi yang lebih atas, juga telah biasa digunakan di Murcia Spanyol, dancontohnya masih berfungsi sampai abad ke 13 M.Paradigma Islam menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikanlandasan pemikiran bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ini bukan berartimenjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan,melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuanyang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yangbertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan.Demikian perkembangan sains, seni dan teknologi dalam Islam yangterangkum dalam wujud kebudayaan masyarakat Islam pada zamannya.
F. Teknologi Dunia Islam Modern
Pada saat sekarang ini, dunia islam sudah banyak menciptakan teknologi yang canggih. Mereka sudah mampu memanfaatkan nuklir sebagai sumber energy. Selain itu, tidak mau kalah dengan dunia barat, dunia islam juga mampu menciptakan pesawat terbang yang canggih.
Di lihat dari teknologi perang, dunia islam juga sangat canggih. Ini merupakan penyempurnaan dari teknologi masa lampau.

Sejarah Islam

PEJUANG WANITA ISLAM SEPANJANG MASA.

Para srikandi pejuang wanita islam ini, pada awalnya terjun ke medan pertempuran dengan berbagai macam alasan. Banyak juga yang terjun dalam medan laga karena menuntut sebuah tindakan pembalasan. Pembalasan atas kematian anak, saudara, suami atau orang tuanya. Pendek kata, mereka tidak rela jika orang-orang yang mereka kasihi, belahan jiwanya, dirampas begitu saja. Harus ada sebuah tindakan sebagai hukuman.

Namun seiring dengan waktu, perasaan yang timbul adalah sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab untuk ikut memikul perjuangan bersama-sama dengan orang-orang yang menyertai dirinya. Berjanji pada diri sendiri untuk selalu melindungi kawan seperjuangan. Bahkan lebih dari itu, para srikandi pejuang wanita islam ini memikul tanggung jawab mengangkat kehormatan bangsa dan agama.

Itulah yang menyebabkan nama mereka dikenang sebagai wanita hebat dalam sejarah islam yang tangguh dan perkasa, layaknya srikandi dalam tokoh pewayangan. Srikandi-srikandi bangsa, dan mujahidah tangguh pembela agama. Sangat kontras dengan pandangan-pandangan sebagian masyarakat, baik di dunia barat dan timur, yang menganggap wanita islam terbelenggu oleh agamanya.

Tak kenal maka tak sayang. Langkanya informasi keislaman yang bisa diakses dengan mudah membuat tidak sedikit kaum muslimah yang termakan propaganda tersebut dan ikut-ikutan bersikap sinis terhadap agamanya sendiri. Padahal sejarah Islam telah membuktikan bahwa apa yang mereka katakan justru berkebalikan 180 derajat.

Nah, berikut ini penulis coba sajikan beberapa tokoh pejuang wanita islam yang menginspirasi dari sejarah Islam. Mereka turut terjun dalam pertempuran menyertai para suami dan tak segan merubuhkan lawan-lawan mereka. Inilah para srikandi pejuang wanita Islam di masa Rasulullah SAW, hingga srikandi  pejuang wanita Islam dari nusantara yang gigih berjuang mengusir penjajah Eropa. Penggalan kisah ini penulis ambil dari buku karangan R. Armando, yang berjudul “Jifara Sniper Wanita Perang Suriah”, penerbit Rais Asa Sukses (Penebar Swadaya Grup).

SRIKANDI PEJUANG WANITA ISLAM DI MASA RASULULLAH SAW

1. Shafiyyah Binti Abdul Muthalib

Shafiyyah binti Abdul Muthalib adalah bibi dari Nabi Muhammad SAW. Putri dari Abdul Muthallib bin Hasyim ini juga dijuluki sebagai “Ibunda Hawari” (pengawal setia) Rasulullah SAW. Ya, dialah ibu dari “sang Hawari” (pengawal setia), Zubair bin Awwam, salah satu sahabat dan pembela Rasulullah SAW, “pilih tanding“.

Shafiyyah merupakan ibu yang sangat peduli pada pendidikan anaknya. Digemblengnya sang putera, Zubair bin Awwam menjadi seorang pahlawan Islam. Zubair termasuk dalam daftar 10 orang sahabat yang dijanjikan surga. Bahkan Khalifah Umar Bin Khattab menjadikan Zubair satu dari empat orang yang dikirim untuk membantu pasukan Islam di bawah komando Amru Bin Ash, saat membebaskan Mesir dari cengkeraman Romawi. Dalam suratnya, Khalifah Umar mengatakan bahwa empat orang utusan ini memiliki kekuatan yang sama dengan 1.000 orang !

Shafiyyah sendiri hidup dan dibesarkan dalam lingkungan terpilih, sehingga dia tumbuh menjadi seorang wanita yang mulia. Beliau mendapat tugas kehormatan menjamu dan memberi makan para jamaah haji (As-Siqaayah). Shafiyyah menguasai sastra dan fasih berbahasa, sangat terpelajar, piawai menunggang kuda, dan berani bak ksatria.

Ketika Islam mulai menyinari Jazirah Arab dan wahyu telah turun, Rasulullah SAW menyeru kepada keluarga sebagai implementasi perintah Allah SWT, dalam surat Asy-Syu’ara : 214 yang artinya, “Dan berilah peringatan kepada keluarga-keluarga yang paling dekat denganmu.” 

Ummul Mukminin, ‘Aisyah r.a, meriwayatkan bahwa ketika ayat tersebut turun, Nabi SAW mengumpulkan segenap keluarganya sambil berkata, yang artinya, “Wahai Fatimah binti Muhammad, Wahai Shafiyyah binti Abdul Muthalib, Wahai Bani Abdul Muthalib, aku tidak dapat membela kalian sedikitpun di hadapan Allah. Adapun mengenai harta, silakan minta dariku sesuka hatimu.”

Cahaya Islam menembus relung hati terdalam Shafiyyah dan ia pun masuk Islam, berserah diri secara total kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sementara puteranya, Zubair, telah lebih dulu menerima Islam. Sejak saat itu, Shafiyyah berinteraksi dengan dien yang agung ini. Shalatnya terjaga, shaum sunnahnya ditunaikan, dan lidahnya tak pernah kering dari berzikir kepada Allah SWT. Bahkan saat perintah hijrah datang, Shafiyyah binti Abdul Muthalib pun termasuk dalam rombongan Muhajirin. Ditinggalkannya tanah kelahiran dan semua harta miliknya di Mekkah karena ketaatan.

Ditengah pertempuran Perang Uhud, Shafiyyah dan beberapa muslimah lainnya ikut ambil bagian. Mereka bertugas mengantar air bagi para pasukan yang kehausan. Selain itu, Shafiyyah juga mempersiapkan panah dan mengobati pasukan yang terluka. Sayangnya, pasukan Islam yang hampir menang pada akhirnya terdesak. Hal ini disebabkan pasukan pemanah tidak menaati perintah Rasulullah untuk tetap pada posisisnya di atas bukit meski apapun tengah terjadi. Mereka tergoda untuk ikut mengambil harta rampasan perang.

Kesempatan ini diambil oleh pasukan berkuda Kafir Quraisy untuk menghantam balik. Pasukan kaum muslimin pun tercerai-berai. Mereka lari dan berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Bahkan Rasulullah yang masih bertahan pada posisinya hanya dilindungi oleh beberapa orang sahabat mereka bertarung mati-matian, menebas, menusuk, dan menjadi tameng hidup untuk melindungi Rasulullah.

Shafiyyah tidak tinggal diam, ia meraih tombak dan mengacung-acungkannya di hadapan pasukan muslimin yang lari berhamburan sambil berteriak, ” Engkau telah membiarkan Rasulullah berjuang seorang diri !”

Melihat hal itu, Rasulullah SAW merasa iba. Ia pun berkata kepada Zubair bin ‘Al Awwam, “Temui ibumu dan ajaklah segera ia pergi meninggalkan medan perang. Jangan sampai dia melihat kondisi saudara kandungnya (Hamzah bin Abdul Muthalib).” Zubair langsung mendekati ibunya dan menyampaikan pesan Rasulullah SAW. Zubair berkata, “Ibu, sesungguhnya Rasulullah SAW menyuruhmu agar mundur dari medan perang…”

Shafiyyah pun balik bertanya,”Memangnya kenapa ? Aku menerima kabar bahwa saudara kandungku telah syahid dan tubuhnya dirusak. Ketahuilah, bagiku hal itu terlalu ringan selama dipersembahkan di jalan Allah. Kami dapat menerima dengan lapang dada semua kejadian itu. Sampaikanlah kepada Rasulullah SAW, bahwa aku akan tetap sabar dan tabah, insya Allah”.

Zubair pun kembali menemui Rasulllah SAW dan menyampaikan pesan ibunya. Rasulullah SAW berkata, yang artinya,
“Kalau begitu biarkan dia dalam posisinya sekarang.”

Seusai perang, Shafiyyah mendatangi jenazah saudara kandungnya. Begitu pula Rasullah SAW, dalam berbagai riwayat diceritakan bahwa Rasullah sangat marah dan sedih melihat kondisi Hamzah bin Abdul Muthalib. Tekad kuat untuk membela Islam selalu tertanam dalam jiwa Shafiyyah. Dihadapinya setiap ancaman yang akan embahayakan posisi kaum muslimini. Seperti halnya dalam Perang Khandaq (parit), yaitu saat pasukan gabungan Kafir Quraisy, Kaum Yahudi, dan Bani Ghatafan. Bahkan, Yahudi Madinah pun menghkhianati perjanjian damai dan ikut bergabung melawan kaum muslimin. Madinah terkepung !

Diceritakan bahwa ketika Rasullah SAW keluar dari Madinah untuk menghadapi musuh dalam Perang Khandaq, beliau menempatkan kaum muslimah di benteng milik Hasan r.a. Hal ini disebabkan benteng tersebut paling kua. Tiba-tiba seorang Yahudi datang dan mencoba menyelidiki benteng tersebut. Melihat hal itu, Shafiyyah berkata,”Maka aku langsung mengambil sepotong kayu dan turun dari benteng untuk mendekati Yahudi itu. Aku buka pintu benteng perlahan-lahan, lalu menyerang orang Yahudi lalu memukulnya hingga mati.”.

Nah, itulah Shafiyyah binti Abdul Muthalib, seorang srikandi pejuang wanita islam yang juga dikenal sebagai muslimah pertama yang membunuh orang musyrik, sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Ishaq. Hingga akhir hidupnya, Shafiyyah tetap menggenggam erat ajaran Rasulullah SAW. Ia wafat pada usia 70 tahun dan dimakamkan di area pekuburan Baqi, di Madinah.

srikandi-pejuang-wanita-islam-nusaibah

gambar hanya ilustrasi

2. Nusaibah binti Ka’ab Al Anshariyah.

Jika Shafiyyah binti Abdul Muthalib berasal dari golongan Muhajirin (yang hijrah dari Mekkah), Nusaibah binti Ka’ab berasal dari golongan Anshar (pembela dari Yatsrib). Dalam perjalanan Islam, kaum Anshar adalah penduduk asli Yatsrib (cikal bakal Madinah) yang bersedia membela dakwah Rasulullah SAW, disaat semua suku menolak ajakan Rasulullah SAW, untuk membela agama tauhid.

Inilah Nusaibah binti Ka’ab, srikandi pejuang wanita Islam yang juga ikut serta dalam pertempuran di medan Perang Uhud. Di saat pasukan musuh merangsek menuju posisi Rasulullah SAW, Nusaibah dengan gagah berani menghadang mereka dan mengayunkan pedangnya.

Rasulullah SAW yang mulia berdiri di puncak Bukit Uhud dan memandang musuh yang merangsek maju mengarah pada dirinya. Beliau memandang ke sebelah kanan dan tampak olehnya seorang perempuan mengayun-ayunkan pedangnya dengan gagah perkasa melindungi dirinya. Beliau memandang ke kiri dan sekali lagi beliau melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama, menghadang bahaya demi melindungi sang pemimpin orang-orang beriman.

Kata Rasulullah SAW kemudian, Tidaklah aku melihat ke kanan dan kekiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka’ab berperang membelaku.”

Memang Nusaibah binti Ka’ab Ansyariyah demikian cinta dan setianya kepada Rasulullah sehingga begitu melihat junjungannya itu terancam bahaya, dia maju mengibas-ngibaskan pedangnya dengan perkasa sehingga dikenal dengan sebutan “Ummu Umarah“, adalah pejuang wanita Islam yang mempertaruhkan jiwa dan raga demi Islam. Ia termasuk pasukan Islam yang ikut dalam Perang Yamamah di bawah pimpinan Panglima Khalid bin Walid, sampai terpotong tangannya. Ummu Umarah juga bersama Rasulullah SAW dalam menunaikan Baitur Ridhwan, yaitu suatu janji setia untuk sanggup mati syahid di jalan Allah.

Nusaibah adalah satu dari dua srikandi pejuang wanita Islam yang bergabung dengan 70 orang lelaki Ansar yang berbaiat kepada Rasulullah SAW. Dalam baiat Aqabah yang kedua itu, ia ditemani suaminya Zaid bin Ahsim dan dua orang puteranya : Hubaib dan Abdullah. Wanita yang seorang lagi adalah saudara Nusaibah sendiri. Pada saat baiat itu Rasulullah menasihati mereka, “Jangan mengalirkan darah dengan sia-sia.”

Dalam perang Uhud, Nusaibah membawa tempat air dan mengikuti suaminya serta kedua anaknya ke medan perang. Pada saat itu Nusaibah menyaksikan betapa pasukan Muslimin kocar-kacir dan musuh merangsek maju sementara Rasulullah SAW berdiri tanpa perisai. Seorang Muslim berlari mundur sambil membawa perisainya, maka Rasulullah SAW berseru kepadanya, “Berikan perisaimu kepada yang berperang.” Lelaki itu melemparkan perisainya yang lalu dipungut oleh Nusaibah untuk melindungi Nabi.

Ketika ditanya tentang 12 luka di tubuhnya, Nusaibah menjawab, “Ibnu Qumaiah datang ingin menyerang Rasulullah ketika para sahabat sedang meninggalkan baginda. Lalu (Ibnu Qumaiah) berkata, “mana Muhammad? Aku tidak akan selamat selagi dia masih hidup.” Lalu Mushab bin Umair dengan beberapa orang sahabat termasuk saya menghadapinya. Kemudian Ibnu Qumaiah memukulku.”

Rasulullah juga melihat luka di belakang telinga Nusaibah, lalu berseru kepada anaknya, “Ibumu, ibumu…balutlah lukanya! Ya Allah, jadikanlah mereka sahabatku di surga!” Mendengar itu, Nusaibah berkata kepada anaknya, “Aku tidak perduli lagi apa yang menimpaku di dunia ini.”

 

3. Khaulah binti Azur

Berbicara tentang Syam, mengingatkan kita pada sesosok srikandi pejuang wanita Islam bernama Khaulah binti Azur. Khaulah menyertai pasukan Islam yang diberangkatkan Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq untuk membebaskan Syam dari kekuasaan Romawi. Di bawah komando panglima perang Khalid bin Walid, pasukan Islam bergerak ke medan Perang Yarmuk.

Khaulah binti Azur bersama beberapa muslimah lainnya menyertai pasukan Islam di barisan belakang. Tugas para muslimah ini di antaranya menyiapkan makanan dan minuman untuk pasukan. Selain itu, mereka bertugas mengobati pasukan yang terluka dan memberikan semangat kepada pasukan yang lari mundur untuk kembali melanjutkan pertempuran. Tugas seperti ini biasa diberikan sejak Rasulullah SAW masih hidup.

Ketika menuju wilayah Ajnadin, pasukan Khalid bin Walid dihadang oleh pasukan Romawi dan sisi utara Syam di bawah pimpinan panglimanya, Theodore. Kedua pasukan bertemu dan terjadilah pertempuran hebat. Di saat pertempuran berkecamuk, terdengar kabar bahwa Dhirar bin Azur tertawan musuh. Tertawannya Dhirar yang sangat pemberani itu membuat Panglima Khalid bin Walid naik pitam. Alhasil, pertempuran berlanjut dengan lebih dahsyat.

Ditengah pertempuran yang dahsyat itu terlihat salah seorang pasukan Islam yang bertarung dengan gagah berani. Penunggang berkuda itu memakai cadar dan bertempur mati-matian tanpa mengenal lelah. Barisan pasukan Romawi pun kocar-kacir. Tak ada yang tahu identitas pasukan bercadar tersebut. Tak ada informasi selain kedua matanya yang tampak dan selendang hijau yang terlilit di pinggang dan punggungnya.

Dengan gerakan luar biasa, ia menerobos barisan pasukan Romawi, lalu menusuk dan menebaskan pedangnya tanpa ragu. Korban dari tentara Romawi pun berjatuhan. Demikian hal tersebut terus terjadi seolah dia tidak akan mundur sedikitpun. Kejadian ini tidak luput dari perhatian Panglima Khalid. Digayuti rasa penasaran, Panglima Khalid mendekatinya dan bertanya, “Siapa Kau?”. Namun pasukan bercadar itu mengelak dan menjauh dari hadapan Panglima Khalid. Sang Panglima terus memburunya dan mendesak dengan pertanyaan yang sama.

Oleh karena risih, orang itu pun menjawab, “Wahai panglima perang yang mulia, akut tidak menghindar darimu kecuali karena aku merasa malu terhadapmu. Engkau seorang panglima besar, ditakuti musuh dan disegani lawan. Sementara aku hanyalah seorang wanita bercadar. Aku melakukan ini semua karena terpaksa. Aku marah dan sakit hati. Aku adalah Khaulah binti Azur, aku sedang bersama kaumku, kemudian datang orang memberikan kabar bahwa saudaraku, Dhirar, tertangkap pasukan Romawi. Kemudian akupun langsung mengambil kuda dan melakukan seperti yang Anda lihat saat ini.”

Mendengar penjelasan tersebut, Panglima Khalid menjadi takjub. Ia heran sekaligus kagum dengan Khaulah yang dengan gigihnya ikut bertempur untuk menyelamatkan saudaranya yang tertawan. Panglima Khalid pun berjanji untuk berusaha lebih keras membebaskan Dhirar. Tidak lama kemudian, Dhirar pun berhasil diselamatkan.

Pertempuran selanjutnya kembali memanas. Untuk kedua kalinya Dhirar tertawan pihak Romawi. Khaulah pun memohon kepada Panglima Khalid bin Walid untuk membebaskan saudaranya sekali lagi. Mendengar hal tersebut, Panglima Khalid menyatakan kesediaanya. Pasukan Khalid bin Walid melakukan serbuan besar-besaran dan Benteng Antiokia dikepung. Dhirar yang tertawan di kota itu berhasil diselamatkan. Namun, Khaulah dan beberapa muslimah lainnya justru tertawan pihak Romawi.

Meskipun tertawan, Khaulah pantang menyerah dan melakukan aksi pemberontakan. Kepada teman-temannya, Khaulah mengatakan, “Wahai puteri-puteri Himyar, keturunan-keturunan Thubba’, apakah kalian rela terhadap orang-orang kafir yang akan menjamah kalian dan anak-anak kalian dijadikan budak mereka ? Lebih baik kita mati daripada menjadi budak hina dan pelayan Romawi !”

Saat tenda-tenda perkemahan pasukan Romawi sepi karena ditinggal berperang, Khaulah dan kawan-kawannya mengambil tiang-tiang tenda sebagai senjata. Dengan penuh keberanian, Khaulah dan kawan-kawannya menghantam pasukan penjaga dan berhasil meloloskan diri. Sang srikandi pejuang wanita Islam, Khaulah binti Azur wafat di masa kekhalifahan Utsman bin Affan.

 

Demikianlah sepenggal kisah para srikandi pejuang wanita Islam di masa Rasulullah SAW yang sangat mengagumkan dan layak menjadi inspirasi bagi umat Islam khususnya para muslimah. Bagaimana dengan wanita Islam Nusantara ? Simak pada bagian kedua dari  sejarah srikandi pejuang wanita Islam pada artikel kami yang berjudul : Srikandi Pejuang Wanita Islam Nusantara.